Bacaan Talqin Mayit Arab -

Para ulama memiliki pandangan yang beragam mengenai hukum talqin mayit, yang secara garis besar terbagi menjadi tiga pendapat:

يَا عَبْدَ اللهِ، ابْنَ عَبْدَيِ اللهِ (يَا أَمَةَ اللهِ، بِنْتَ عَبْدَيِ اللهِ)... يَا عَبْدَ اللهِ، ابْنَ حَوَاء (يَا أَمَةَ اللهِ، بِنْتَ حَوَاء)...

يَا عَبْدَ اللهِ، ابْنَ عَبْدَيِ اللهِ Untuk jenazah laki-laki: Yā ‘abdallāhi, ibna ‘abdayillāhi (Wahai hamba Allah, putra dari dua hamba Allah) Untuk jenazah perempuan: Yā amatallāhi, binta ‘abdayillāhi (Wahai hamba Allah perempuan, putri dari dua hamba Allah) Atau bisa juga dengan: Yā ‘abdallāhi, ibna Hawā (Wahai hamba Allah, putra dari Hawa) untuk laki-laki, dan Yā amatallāhi, binta Hawā untuk perempuan. bacaan talqin mayit arab

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Ingatlah apa yang kamu bawa saat keluar dari dunia ini: persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, ridha Allah sebagai Tuhanmu, Islam sebagai agamamu, Muhammad saw sebagai nabimu, dan Al-Qur'an sebagai imammu. Dan bahwa kematian adalah benar, kubur adalah benar, nikmat kubur adalah benar, azab kubur adalah benar, pertanyaan Munkar dan Nakir di dalamnya adalah benar, hari kebangkitan adalah benar, hari perhitungan adalah benar, syafaat adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, dan hari kiamat pasti datang tiada keraguan di dalamnya, serta Allah akan membangkitkan siapa pun yang ada di dalam kubur. Para ulama memiliki pandangan yang beragam mengenai hukum

"Wahai ... (Sebut nama jenazah), ingatlah janji yang engkau bawa saat keluar dari dunia ini: kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, bahwa surga itu benar adanya, neraka itu benar, hari kebangkitan itu benar, dan hari kiamat pasti datang tanpa ada keraguan, serta Allah akan membangkitkan siapapun yang ada di dalam kubur."

Berikut adalah panduan lengkap mengenai bacaan talqin mayit dalam bahasa Arab, hukumnya, serta tata caranya. (Sebut nama jenazah), ingatlah janji yang engkau bawa

Praktik mengantarkan jenazah ke liang kubur merupakan salah satu momen paling sakral dalam syariat Islam. Di antara sekian banyak tuntunan yang diajarkan oleh para ulama, menjadi salah satu amalan yang kerap dibaca setelah prosesi pemakaman selesai.

Teks dibacakan dengan suara yang lantang namun penuh kelembutan, tidak tergesa-gesa, agar dapat diresapi oleh para pelayat yang hadir sebagai sarana muhasabah (introspeksi diri).